Tidak sedihkah kita saat adik2 kita di pendidikan dasa, SMP, SMA bercita2 untuk dijajah dengan melamar diperusahaan atau bekerja dibawah telunjuk orang lain.
Tidak sedihkah kita saat anak2 kia kelak kehidupannya ditentukan, diatur oleh telunjuk orang lain.
Kemerdekaannya direnggut, kemana pendidikan kita yang seharusnya memerdekakan.
Bagaimana bangsa ini menjadi bangsa yang memimpin duni sementara setiap individunya masih mengekor pada orang lain?
Bagaimana bangsa ini menjadi bangsa yang memimpin dunia sementara pendidikan kita mencetak manusia2 pengekor.
Bagaimana bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka sementara setiap individunya bangga hidup dan matinya ia curahkan dibawah telunjuk manusia lain.
Jika benar pendidikan kita, niscaya tidak akan ada pengekor, yang ada hanya pejuang.
Pejuang kemerdekaan bangsa,
Pejuang kemerdekaan tanah air,
Pejuang kemerdekaan agama,
Pejuang kemerdekaan daerah,
Pejuang kemerde...
Kita bisa saling tarik menarik, saat kmu terlena sama dunia ku akan narik kamu ke langit, saat ku terlalu tinggi kelangit kamu harus tarik, karena di bumi masih banyak keluarga ku....tapi pribadi akan dengan sabar tetep tarik kamu kelangit pelan2, karena tempat kita bukan di dunia.... Walau raga kita di bumi tapi kita harus tetep dilangit, jangan sampai raga kita bikin kita lupa diri siapa kita....kita harus segera nemu jalan pulang, kita turun ke bumi bukan buat hidup di bumi tapi buat pulang lagi ke langit tempat kita dulu... Sebagai pemimpin harus punya tujuan kema akan ngebawa pengikut, ingin kmu ikut tapi sebelumnya ku harus pamahin kamu dulu bahwa gk akan ngajak kamu ngarungin dunia....karean kita akannkembali di tempat semula (dunia itu gk ada ujungnya), tapi langit itu gk bulat, jadi kita bisa terusssss maju sampai batas yg tuhan sudah buat.... Kamu gk punya pilihan lain karena kamu sudah masuk ke bahteraku, dan bahtera yg ku kemudikan sudah berjalan sesuai ...
Dulu semuanya terlihat suram, saat kita belum bgt saling mengenal. Cinta yg mengenalkan kita ia tak pernah jujur. Ia hanya menyatukan kita dengan segala tipuanya. Semuanya begitu jelas saat sayang itu datang. Sayang memberitahukan segala kepahitanya tapi mengikat. Sayang ini mengambarkan kita begitunyata tanpa rasa ingin meninggalkan. Sayang ini mengajarkan bagaimana kita melihat antara kita dengan sisi yang berbeda. Cinta dulu hanya bertugas menyatukan kita, setelah ikatan sakral ia menyerahkan pada makhluk yg di sebut "sayang"
Komentar
Posting Komentar